Tata Cara Ibadah Haji yang Perlu Kamu Ketahui

Siapa saja yang melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci pasti menghendaki jadi haji mabrur. Salah satu siasat jadi haji mabrur adalah melaksanakan seluruh urutan haji, jadi berasal dari rukun, wajib, dan sunnah haji cocok tuntunan syariat.

Dalam urutan ibadah haji, jemaah melaksanakan sejumlah amalan di antaranya wukuf, mabit, thawaf, sa’i, dan amalan-amalan lainnya. Berikut ini lebih dari satu perihal yang harus anda ketahui didalam pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci:

 

 

1. Rukun Haji
Dalam pelaksanaan ibadah haji, jemaah harus memenuhi enam rukun haji sehingga ibadahnya sah. Rukun haji harus dipenuhi dan tidak sanggup diganti bersama dengan amalan lain maupun bersama dengan membayar dam atau denda.

Enam rukun haji yaitu:

1. Ihram
2. Wukuf di Arafah
3. Tawaf Ifadah
4. Sa’i
5. Bercukur
6. Tertib, cocok urutannya.

 

 

Mau naik haji ? yuk kesini sekarang : Haji plus

 

Jika keliru satu berasal dari enam rukun haji itu tidak dilaksanakan, maka ibadah haji diakui tidak sah.

2. Wajib Haji
Wajib haji merupakan amalan-amalan yang harus dijalankan didalam urutan ibadah haji. Jika keliru satu tidak dilakukan, ibadah haji seseorang selalu sah, tetapi ia harus menggantinya bersama dengan membayar dam. Apa saja yang termasuk didalam harus haji? Berikut ini lima harus haji yang harus dijalankan jemaah haji:

1. Ihram, yakni niat berhaji berasal dari miqat
2. Mabit di Muzdalifah
3. Mabit di Mina
4. Melontar jamrah ula, wustha, dan aqabah
5. Thawaf wada’ (bagi yang dapat meninggalkan Makkah)

 

 

 

3. Ritual Ibadah Haji
Puncak ibadah haji ditandai bersama dengan wukuf di Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah atau biasa disebut sebagai hari Arafah. Karena termasuk rukun haji, jemaah yang tidak mengerjakan wukuf di Arafah bermakna diakui tidak mengerjakan haji. Hal ini cocok bersama dengan hadits Nabi:

“Haji itu ada di Arafah. Barangsiapa yang berkunjung pada malam hari jam’in (10 Dzulhijjah sebelum saat terbit fajar) maka memang ia masih memperoleh haji.” (HR. At-Tirmidzi berasal dari Abdurrahman bin Ya’mar RA).

Dalam buku wejangan Kementerian Agama, urutan ibadah sebelum saat wukuf, selagi wukuf, hingga sehabis wukuf disebut bersama dengan ritual haji dan dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah. Para jemaah berangkat menuju Arafah jadi pukul 07.00 selagi Arab Saudi pada tanggal 8 Dzulhijjah, atau disebut sebagai hari tarwiyah, bersama dengan menaiki bus. Dalam perjalanan berasal dari Makkah menuju Arafah, jemaah dianjurkan untuk selalu berzikir, membaca talbiyah, shalawat, maupun berdoa.

 

 

 

a. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah dijalankan pada tanggal 9 Dzulhijjah sehabis matahari tergelincir dan berakhir selagi terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah. Wukuf bermakna berhenti, diam tanpa bergerak, dan dijalankan didalam kondisi tenang. Saat wukuf, seluruh jemaah haji berkumpul di Arafah.

Selama wukuf, kesibukan yang dijalankan jemaah di antaranya mendengarkan khutbah wukuf, memperbanyak zikir, membaca Al Quran, dan memanjatkan doa. Wukuf sanggup dijalankan secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, sehabis khutbah wukuf dan shalat jamak qashar taqdim Zuhur dan Ashar.

b. Mabit di Muzdalifah

Mabit bermakna bermalam. Mabit di Muzdalifah atau bermalam di Muzdalifah dijalankan oleh jemaah haji pada tanggal 10 Dzulhijjah. Muzdalifah merupakan tempat yang terletak di pada Arafah dan Mina. Jemaah haji menyatukan batu kerikil di tempat ini dan nantinya digunakan untuk melempar jumrah.

c. Mabit di Mina

Mabit di Mina termasuk harus dijalankan jemaah haji. Salah satu yang dijalankan di Mina adalah melontar jamrah atau jumrah. Bermalam di Mina dijalankan pada tanggal 11-12 Dzulhijjah atau dua malam hingga 13 Dzulhijjah.

d. Melontar jumrah

Melontar jumrah hukumnya wajib. Ibadah ini dijalankan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan pada hari tasyrik, yakni tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Melontar jumrah dijalankan bersama dengan melontar batu kerikil ke arah jamrah Sughra, Wustha, dan Kubra bersama dengan niat tentang object jamrah (marma) dan kerikil masuk ke didalam lubang marma. Bagi yang tidak melakukannya, mereka harus membayar dam (denda) atau fidyah.

e. Tawaf Ifadhah

Tawaf Ifadhah dijalankan jemaah haji sehabis pulang berasal dari Mina pada tanggal 12 atau 13 Dzulhijjah atau sehabis Wukuf di Arafah. Tawaf Ifadhah dijalankan bersama dengan memutari Kabah sebanyak tujuh kali dan tidak tersedia jam tertentu.

f. Sa’i

Sai’i merupakan rukun haji sehingga harus dijalankan oleh jemaah haji. Sa’i dijalankan bersama dengan terjadi berasal dari Safa ke Marwah dan ulang ulang sebanyak tujuh kali. Perjalanan dimulai berasal dari Safa dan berakhir di Marwah, bersama dengan syarat dan cara-cara tertentu. Pada selagi jemaah haji terjadi menuju Safa, ia dapat menghadap Kabah dan membaca takbir dan tahlil. Setelah itu jemaah haji sanggup terjadi menuju Marwah sambil berzikir dan berdoa.

g. Tawaf Wada’

Tawaf Wada’ dikenal termasuk bersama dengan tawaf perpisahan. Tawaf ini dijalankan dikala jemaah dapat meninggalkan Makkah untuk ulang ke negaranya masing-masing.

 

Itulah tata cara ibadah haji yang perlu untuk anda pahami sebelum saat berangkat. Dengan paham tata cara ibadah haji, semoga ibadah haji sanggup anda melaksanakan bersama dengan lancar dan jadi haji mabrur. Yuk, persiapkan diri anda untuk jadi Haji Muda bersama dengan Principal Indonesia!