Pengertian Aqiqah Dan Tata Caranya

jasa aqiqah semarang

Pengertian Aqiqah Dan Tata Caranya

Setiap orang tua akan mendamba dambakan kelahiran sang bayi yang dikandung selama 9 bulan. Dengan kelahiran sang bayi, maka keluarga tersebut akan menjadi komplit dan akan menjadi keluarga yang harmonis. Berbagai macam kegiatan akan dilakukan jika sang anak baru lahir dimuka bumi ini, dalam agama islam biasanya bayi yang baru lahir akan ada kegiatan yang dinamakan aqiqah.

Nah ,apakah aqiqah itu?

Apakah aqiqah itu  memiliki tata cara khusus untuk melaksanakanya?

Apakah aqiqah itu wajib bagi seluruh umat islam?

Maka dari itu mari kita simak pengertian, hukum aqiqah , dan tata cara melakukan aqiqah berikut.

Apa itu aqiqah?

Secara Bahasa aqiqah berarti memotong, sedangkan menurut istilah, arti aqiqah yaitu menyembelih hewan ternak seperti kambing atau domba sebagai pertanda rasa syukur kepada Allah SWT atas lahirnya sang anak.

jasa aqiqah semarang

APAKAH AQIQAH ITU HUKUMNYA WAJIB?

Pada umumnya hukum aqiqah  itu sunnah muakkad, yang memilik arti bagi seorang muslim yang mampu melaksana kan aiqiqah  dianjurkan dilaksanakan pada hari ke 7 setelah sang anak lahir

Menurut beberapa ulama. Aqiqah hukumnya wajib karena mereka berpatokan dengan hadist yang berbunyi “ Anak-anak itu tergadai (tertahan) dengan aqiqahnya, disembelih hewan untuknya pada hari ketujuh” (HR.Ahmad). dengan hadits ini beberapa ulama mengatakan  setiap bayi yang lahir maka diwajibkan untuk melakukan aqiqah agar sang bayi terbebas dari gadainya. Tetapi menurut sebagian besar ulama pendapat ini dianggap sangat lemah dan bahkan ditolak.

TATA CARA PELAKSANAAN AQIQAH

  1. Waktu yang tepat untuk melaksanakan  aqiqah

Hari dilakukanya acara aqiqah biasanya diadakan pada hari ke-7 setelah bayi tersebut lahir. Namun jika pada hari ke-7 ada sebuah halangan karena suatu hal, bisa juga dilakukan pada hari ke-14 atau hari ke-21 setelah bayi lahir. Sebagaimana hadits yang berbunyi “Aqiqah itu disembelih di hari ke 7 atau hari ke 14 atau ke 21” (HR. Baihaqi).

Apabila kondisi ekonomi orang tua sedang mengalami kesulitan, maka pelaksanaan aqiqah pun tidak menjadi kewajiban baginya, atau dilakukan pada lain hari saat kondisi ekonomi orang tua mencukupi.

Jika sang bayi sudah meninggal dunia sebelum hari ke-7 setelah lahirnya sang bayi, maka disunahkan untuk melaksana kan aqiqah untuknya, bahkan jika sang bayi mengalami keguguran, dengan syarat sang bayi sudah berumur 4 bulan di dalam kandungan.

Bahkan jika seseorang yang sudah tumbuh dewasa dan belum diaqiqahkan oleh orang tuanya, maka dia berhak mengaqiqahkan dirinya sendiri.

  1. Syarat yang perlu diperhatikan dalam memilih hewan yang akan diaqiqah

Syarat hewan yang akan diaqiqah memiliki kriteria yang sama dengan hewan kurban yaitu kambing atau domba yang sehat , dan umurnya tidak boleh kurang dari setengah tahun

Dan ada perbedaan jumlah hewan yang akan diaqiqahkan antara anak yang berjenis kelamin laki-laki dan anak berjenis perempuan.

Untuk bayi laki-laki maka hewan yang akan disembelih yaitu dua ekor kambing atau 2 ekor domba. Sedangkan jika perempuan , maka hewan yang akan disembelih itu  satu ekor kambing atau domba.

Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW, “Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh”. (HR al-Bayhaqi)

  1. Bacaan doa saat akan menyembelih hewan yang akan diaqiqahkan

Ketika hendak menyembelih hewan yang akan diaqiqahkan bagi seorang bayi maka diwajibkan membaca doa. Berikut adalah doa yang perlu dibaca bagi orang yang hendak melakukan penyembelihan hewan aqiqah:

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ [ اللهم مِنْكَ وَلَكَ ] اللهم تَقَبَّلْ مِنِّي هَذِهِ عَقِيْقَةُ …

Bismillâhi walLâhu Akbar. Allahumma minka wa laka. Allahumma taqabbal minni. Hadzihi ‘aqiqatu…(sebutkan nama bayi)

Artinya: “Dengan menyebut asma Allah. Allah Maha Besar. Ya Allah, dari dan untuk-Mu. Ya Allah, terimalah dari kami. Inilah aqiqahnya … (sebutkan nama bayi).”

  1. Mencukur rambut bayi

Setelah penyemebelihan hewan yang diaqiqahkan. Maka ibadah selanjutnya yang akan dilakukan yaitu dengan mencukur/menggunduli kepala bayi.

Sebagaimana hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi “ Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya pada hari ketujuhnya di sembelih hewan (kambing/domba), diberi nama dan dicukur rambutnya.” [Shahih, H.R Abu Dawud, H.R Tirmidzi, H.R Nasa’l, H.R Ibnu Majah, H.R Ahmad, H.R Ad Darimi]

  1. Pembagian daging hewan hasil aqiqah

Setelah penyemeblihan daging hewan maka dagingnya harus dibagikan kepada para tetangga sekitar dan kerabat. Namun pembagian daging aqiqah berbeda dengan pembagian daging kurban. Daging aqiqah harus diberikan dalam keaadan matang atau siap dimakan dan tidak diperbolehkan dalam keaadan mentah atau tidak matang.

  1. Yang membiayai aqiqah

Sudah dipastikan seorang anak menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Maka dari itu biaya aqiqah seorang anak adalah tanggung jawab penuh kedua orang tuanya. Namun jika orang tua belum dapat membiayai aqiqah anaknya, maka diperbolehkan dibiayai oleh  orang selain orang tuanya.

Sesuai yang disebutkan oleh Syaikh Ibnu Jibrin Rahimahullah, “jika si anak diaqiqahi oleh kakeknya atau saudaranya atau yang lainya maka ini juga boleh, tidak disyaratkan harus oleh ayahnya atau dibiayai sebagianya” (Aktsar min Alf jawab lil Mar’ah)

Demikianlah penjelasan tentang aqiqah yang perlu diketahui. Semoga penjelasan yang kami tuliskan dapat menambah wawasan tentang aqiqah sebagai bentuk rasa syukur Allah SWT karena telah memberi seorang anak.

Jika anda membutuhkan jasa Aqiqah di Semarang hubungi aqiqahplus.com