Pemesannya Orang Biasa hingga Pejabat

Bunyi mesin potong pada marmer konsisten berdesing di telinga kala melintasi kawasan makam Wakaf Kedaung Jalan Aria Putra, Kedaung, Pamulang, Tangerang Selatan. Bunyi selanjutnya berasal dari toko Surya Marmer, yang tersedia di depan makam. Bangunan berukuran 4×6 meter itu merupakan area pembuatan batu nisan bersama dengan bermacam ukuran, type dan ukirannya. Di sisi kanan area tersebut, keluar seorang pria yang sibuk mengecat batu nisan yang udah diukir nama mendiang.

Pria itu diketahui bernama Irfan (28), yang tak lain perajin batu nisan. Dia begitu detail mengerjakan pesanannya. Dia seolah acuh meski bising nada kendaraan di depan lapak usahanya konsisten terdengar di telinga.Irfan mengaku bahwa hasil kreasi nisan buatannya menjadi prioritas utama untuk memuaskan para pemesannya. “Iya ini yang mesan batu nisan kan orang-orang sini saja. Ada pesanan dari luar pejabat terhitung tersedia cuma ya beberapa aja,” kata Irfan. Dua bola mata Irfan konsisten menuju batu nisan bersama dengan marmer hitam bercat kuning yang dikerjakannya.

Seiring tangan kanan lalu lalang ke kaleng cat dan batu nisan, Irfan bercerita bahwa tiap tiap hari tersedia saja pesanan yang datang. “Ada aja yang pesan tiap tiap hari. Karena kan bukan tiap tiap hari orang tersedia yang meninggal, namun terhitung tersedia yang rela merenovasi makam-makam yang udah lama,” ucapnya.

Irfan wajib mengerjakan pesanan bersama dengan cekatan, mengingat jangka waktu pembuatan yang memakan waktu didalam satu minggu. Pembuatan batu nisan yang lama itu sebab adanya ukiran ayat Al-Quran yang wajib dibikin bersama dengan teliti. “Sudah gitu belum tersedia yang tulisannya kecil. Itu mengerjakan nggak sendiri tersedia dua orang,” paparnya.

Untuk harga batu nisan pun berbeda-beda merasa Rp 300.000 sampai bersama dengan Rp 1 juta. Biasanya itu sesuaikan ukuran dan ada problem didalam pembuatan batu nisan ataupun kijing makam marmer. “Ada terhitung yang cuma lempengan ukuran paling kecil 20×25 itu Rp 150.000. Yang paling mahal pesanan batu nisan sama badan-badannya,” katanya. Irfan mengatakan, di balik hasil pembuatan batu nisan yang baik, tak jarang terhitung ia laksanakan kesalahan. “Tapi di balik hasilnya tentu dulu terhitung membuat kesalahan. Misal, salah nama atau kurang nama itu sih udah sering.

Itu kecuali udah salah enggak dapat digunakan lagi itu,” paparnya. Untuk dapat meminimalisir kesalahan, umumnya Irfan lagi meyakinkan kepada pemesan tentang nama yang akan diukir pada batu nisan. “Saya kan terhitung orang cepet nih belajar ukir itu, cuma satu bulan.

Nah untuk menghindari kekeliruan aku bisanya mastikan lagi tuh sama pemesan namanya benar atau enggak baru di buat,” ucapnya. Saat ini udah tersedia lebih dari 10 batu nisan yang udah dibuatnya baik percontohan maupun pesanan terpajang di pelataran toko. Kondisinya rapi dan mengkilap untuk disita oleh pemesannya.