Layanan elektronik Pajak, Kemudahan Mengurus Pajak

2020 lalu, pandemi covid 19 melanda dunia. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi ekonomi dan kehidupan bernegara masyarakat dunia. Maret 2020, Indonesia akhirnya mengumumkan kasus covid 19 pertama telah terdeteksi. Hal itu mengakibatkan kebijakan lockdown, new normal, atau sekarang disebut sebagai PSBB diambil oleh pemerintah untuk memutus atau mengurangi rantai peredaran covid 19.

Kebijakan kebijakan lockdown, new normal, atau PSBB tersebut mengharuskan masyarakat atau perusahaan untuk melakukan adaptasi yang cepat untuk dapat menyesuaikan dengan kebijakan tersebut. Adaptasi sangat penting dilakukan karena berdasarkan kebijakan tersebut, pemerintah menganjurkan untuk mengurangi interaksi tatap muka. Untuk mengatasi hal tersebut, Direktorat Jenderal Pajak mulai meningkatkan pelayanan ke arah pelayanan secara elektronik.

Pemberian layanan perpajakan secara elektronik oleh Direktorat Jenderal Pajak ini diharapkan agar dapat memudahkan wajib pajak atau masyarakat untuk mengurus kewajiban perpajakannya dengan mudah dan cepat. Pemberian pelayanan secara elektronik juga memungkinkan layanan pajak dapat diakses kapan saja dan dimana saja. Hal tersebut tentu sejalan dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi interaksi fisik atau menerapkan physical distancing pada masyarakat dengan tujuan mengurangi penyebaran covid 19.

Secara umum terdapat 2 portal layanan elektronik DJP, yaitu laman Ereg dan laman DJPOnlin. Laman ereg digunakan bagi masyarakat yang telah memenuhi ketentuan sebagai wajib pajak dan ingin mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Layanan tersebut sepenuhnya dilakukan melalui web dan berjalan secara otomatis (tanpa menunggu persetujuan). Lalu wajib pajak akan menerima NPWP elektronik yang akan dikirimkan melalui email.

Laman DJP yang kedua adalah DJPOnlie, laman tersebut memiliki banya fungsi yaitu, cetak NPWP elektronik, pelaporan SPT, pembuatan kode billing, layanan permohonan SKF, layanan pengajuan insentif, dan masih banyak lagi.

Satu hal yang perlu diperhatikan, bahwa untuk menggunakan atau mengakses laman DJPOnlne, wajib pajak harus memiliki efin pajak. Namun tenang saja, saat ini permohonan EFIN pertama kali (aktivasi) ataupun permohonan lupa EFIN (sudah pernah aktivasi) dapat dikirimkan melalui email sehingga tidak perlu datang ke Kantor pajak (KPP).