Inilah Peninggalan Dari Penjajahan Jepang

jepang zaman dulu

Indonesia pernah dijajah Jepang sepanjang 3,lima tahun saat sebelum capai periode kemerdekaan. Tetapi bagaimana juga, wargaan Jepang di Indonesia tinggalkan beberapa beberapa situs yang bisa jadi tempat rekreasi yang memikat. Berikut dua bangunan yang ditinggalkan selama pendudukan Jepang di Indonesia.

1. Benteng Jepang di Papua

Benteng Jepang 111

Benteng Jepang (The Japanese Fortress) berada di pusat perkotaan Kokas, Fak-Fak, Papua Barat. Benteng ini ialah satu diantara beberapa benteng Jepang warisan Perang Dunia ke II yang bertahan. Benteng ini dibikin dengan mengeruk gua di bawah bukit di pinggir pantai.

Benteng ini mempunyai tiga gerbang dan sebuah ruangan bawah tanah (bunker) yang disambungkan terowong sejauh 138 mtr.. Dahulunya benteng ini dipakai sebagai tempat berlndung dan persembunyian untuk tentara Jepang.

Selainnya disajikan lorong mengagumkan yang ada di bawah benteng ini, pelancong akan senang menyaksikan panorama cantik laut di mulut gua yang menyambungkan benteng ini.

Untuk capai benteng ini diperlukan perjalanan yang cukup memerlukan waktu, pasalnya benteng ini cuman dapat diraih dengan memakai perahu dari kota Fak-Fak sepanjang empat jam.

2. Goa Jepang, Bukittinggi


Goa Jepang berada di pusat Kota Bukittinggi. Goa ini lebih persisnya sebagai bunker yang dibuat oleh romusha (karyawan paksakan Indonesia) atas perintah Jepang.

Bunker ini berupa goa bawah tanah sejauh 1.470 mtr. dan ada 40 mtr. di bawah Ngarai Sianok. bunker ini mempunyai 20 terowong yang dahulunya dipakai untuk simpan amunisi, tempat rapat, tempat makan romusha, dapur, penjara, ruangan penganiayaan, ruangan mata-ruang serangan, dan gerbang untuk larikan diri. menelusuri terowong sulit di Goa Jepang ini sebagai penjelajahan yang sebetulnya.

Goa Jepang ini merangkap jadi benteng yang paling efisien. Terowonganannya berdiameter sejauh 3 mtr. dan temboknya juga benar-benar tebal hingga suara dalam tidak bisa kedengar di luar.
Terowong ini meliputi daerah yang luas, nyaris selebar dua hektar dan mempunyai enam pintu. Satu pintu berada di Taman Pemandangan sementara lainnya di dusun yang berada di bawah jurang Ngarai Sianok.