Fakta Menarik dari Arema FC vs Persija Jakarta di BRI Liga 1

 

 

(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Carlos Fortes baru mencetak satu gol dalam 33 menit. Persija sempat menyamakan kedudukan sebelum bubaran.

Namun gol Marko Simic dianulir wasit Okky Dwi Putra. Pertandingan ini berlangsung menarik. 

Arema tampil bersih hingga pertengahan babak kedua. Namun setelah Kushedya Hari Yudo mendapat kartu merah, Persija menolak, namun hasil akhirnya tetap dimenangkan Arema 1-0. 

Tambahan tiga poin itu mengangkat Arema dari peringkat ke-5 dengan nilai 12. Sementara Persija harus turun ke posisi 7. 

Di balik duel ini, beberapa fakta tercipta. Berikut ini adalah fakta setelah Arema FC mengalahkan Persija Jakarta di Liga 1 Indonesia.

  • Carlos Fortes Cetak Gol di Tiga Laga Beruntun

Striker Arema FC Carlos Fortes sedang on fire. Dalam pertandingan ini, dia mencetak gol bagus di menit ke-33. 

Di luar kendali, ia melepaskan tembakan dari luar kotak. Itu adalah gol keempat Fortes. 

Anehnya, dia mencetak gol dalam tiga game berturut-turut. Yakni lawan Persipura Jayapura, Persela Lamongan dan Persija Jakarta. 

Ukiran ini membuat Fortes layak disebut sebagai salah satu striker top Indonesia. Ia juga masuk dalam daftar pemain tersubur di Liga 1.

Meski di awal penampilannya striker Portugal ini sempat dipertanyakan karena kesulitan yang ditandai di 4 pertandingan pertama.

  • Kekalahan Perdana Persija

Arema FC menang 1-0 melawan Persija Jakarta musim ini di Stadion Manahan, Solo, Minggu (17/10/2021) WIB di BRI Liga 1. Sepertinya Persija kurang beruntung di laga ini. 

Jika gol Marko Simic di perpanjangan waktu telah dikonfirmasi oleh wasit, kekalahan ini tidak akan terjadi. Tapi nasi berubah menjadi bubur. 

Meski demikian, pemain Persija memprotes keras wasit Okky Dwi Putra. Tetap pada keputusannya karena dia jelas melihat ada pelanggaran, pada kenyataannya, saat Arema bermain 10 orang, Persija bisa mengendalikan permainan. Mereka banyak menekan Arema, sayangnya tembakan pemain Persija itu bisa diblok oleh tembok pertahanan Arema.

  • Cleansheet Keempat Arema

Kiper Arema FC Adilson Maringa mencatatkan clean sheet untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Kiper Brasil itu tampil bagus saat melawan Persija. 

Beberapa penyelamatan penting dilakukan di babak kedua. Salah satunya adalah sundulan Otavio Dutra dari situasi sepak pojok. 

Faktor lini pertahanan Adilson Arema juga diapresiasi, Sergio Silva dan yang lainnya tampak tertib, meski di babak kedua sulit karena mereka memainkan 10 orang, namun mereka masih berhasil menggagalkan semua serangan dari Persija.

  • Arema Menjadi Kolektor Kartu Merah

Kushedya Hari Yudo mendapat kartu merah di pertandingan ini. Yudo yang baru memasuki babak kedua sudah mendapat kartu kuning kedua dalam waktu 68 menit. 

Wasit Okky Dwi Putra menganggapnya sebagai penyelaman. Yudo ini membuat Arema menjadi tim kartu merah yang bisa dikoleksi karena ini merupakan kali kedua Singo Edan harus bermain dengan 10 orang. 

Sebelumnya, pada laga perdana Liga 1 indonesia melawan PSM Makassar, Jayus Hariono mendapat kartu merah berturut-turut. Menariknya, Arema tidak pernah kalah saat bermain dengan 10 orang. 

Saat melawan PSM mereka imbang, sedangkan melawan Persija mereka menang.

 

  • Mengulangi Memori 2017

Kemenangan Arema atas Persija Jakarta tampak seperti déjà vu. Di stadion yang sama, Arema mengalahkan Persija 2017 dengan skor yang sama.

Saat itu Arema sudah mengantongi 1-0 kemenangan berkat gol Dendi Santoso di Trofeo Bhayangkara. Bedanya, pertemuan Arema dengan Persija saat itu hanya 45 menit karena sistem trofi.

Kemenangan ini juga membuat Arema mengikis kehebatan Stadion Manahan, Solo, karena Arema disebut sulit menang di stadion ini. Arema menelan banyak kekalahan ketimbang kemenangan.