Bacaan Lengkap Dari Mulai Niatan Sampai Doa Setelah Wudhu Beserta Dengan Artinya

Bacaan Doa Setelah Wudhu, Tata Cara, Urutan, dan Keutamaannya

Semua umat muslim pastinya sudah mengetahui bahwa sebelum melaksanakan sholat kita diwajibkan mensucikan diri dengan berwudhu. Ya, wudhu memang menjadi salah satu rukun dalam sholat karena sholatnya seseorang bisa dikatakan sah jika orang tersebut berwudhu sebelum dimulainya sholat. Tidak hanya sholat saja, sebenarnya sebelum kita hendak membaca alquran juga kita disarankan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Wudhu sendiri merupakan kegiatan mensucikan diri yang dilakukan dengan membasuh beberapa bagian tubuh sesuai dengan urutan dalam wudhu yang diajarkan. Dengan berwudhu berarti kita sudah mengusahakan diri terbebas dari hadats kecil maupun besar sebelum mulai beribadah. Tapi tidak berhenti sampai disitu, ternyata saat berwudhu ada juga doa wudhu yang bisa dibacakan baik sebelum mulai berwudhu, saat sedang berwudhu dan juga setelah selesai berwudhu.

Berikut ini bacaan doa wudhu secara lengkap beserta dengan artinya yang bisa anda bacakan saat anda sedang berwudhu.

  1. Bacaan Niat Berwudhu

Bacaan niat berwudhu ini dibacakan saat anda hendak memulai wudhu, berikut ini bacaan dari niat berwudhu yang bisa anda ikuti:

“Nawaitul wudhuu-a liraf’ll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta’aalaa.

Artinya: “ Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadats kecil fardu karena Allah.”

  1. Bacaan saat mulai membasuk telapak tangan saat berwudhu

Saat anda mulai membasuk telapak tangan anda bisa membacakan doa berikut ini:

“Allahumma ihfadh yadi min ma’ashika kullaha.

Artinya: “ Ya Allah peliharalah kedua tanganku dari perbuatan maksiat pada-Mu.”

  1. Bacaan doa saat berkumur dalam wudhu

Saat anda mulai berkumur anda bisa membacakan doa berikut ini didalam hati:

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu ‘alaihi wa sallam ka’san la adzma’a ba’dahu Abadan.

Artinya: “ Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

  1. Doa saat membersihkan hidung dalam berwudhu

Saat sedang membersihkan hidung anda bisa membacakan doa ini didalam hati:

“Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika, Allahumma asqini min haudli nabiyyika shallallahu ‘alaihi wa sallam ka’san la adzma’a ba’dahu Abadan.

Artinya: “ Ya Allah, tolonglah aku (untuk selalu) mengingat dan bersyukur pada-Mu. Ya Allah, beri aku minuman dari telaga Kautsar Nabi Muhammad, yang begitu menyegarkan hingga aku tidak merasa haus selamanya.”

  1. Doa saat membasuh wajah saat berwudhu

“Allahumma bayyidl wajhi yauma tabyadldlu wujuhun wa taswaddu wujuh.

Artinya: “ Ya Allah, putihkanlah wajahku di hari ketika wajah-wajah memutih dan menghitam.”

  1. Doa saat membasuh kedua lengan
  • Lengan kanan

“Allahumma a’thini kitabi biyamini, wa hasibni hisaban yasiran.

Artinya: “ Ya Allah, berikanlah kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kananku, dan hisablah aku dengan hisab yang ringan.”

  • Lengan kiri

“Allahumma laa tu’thini bi syimaali, wa laa min waraa’i dzahri.

Artinya: “ Ya Allah, jangan Kau berikan kitab amalku (kelak di akhirat) pada tangan kiriku, dan jangan pula diberikan dari balik punggungku.”

  1. Doa saat membasuh rambut kepala

“Allahumma harrim sya’ri wa basyari ‘ala an-nari wa adzilni tahta ‘arsyika yauma la dzilla illa dzilluka.

Artinya: “ Ya Allah, halangi rambut dan kulitku dari sentuhan api neraka, dan naungi aku dengan naungan singgasana-Mu, pada hari ketika tak ada naungan selain naungan dari-Mu.”

  1. Doa saat membasuh telinga

“Allahumma ij’alni minalladzina yastami’unal qaula fayattabi’una ahsanahu.

Artinya: “ Ya Allah, jadikanlah aku orang-orang yang mampu mendengar ucapan dan mampu mengikuti apa yang baik dari ucapan tersebut.”

  1. Doa saat membasuh kedua kaki

“Allahumma inni a’udzu bika an tanzila qadami ‘anish-shirathi yauma tanzilu fihi aqdamul munafiqin.

Artinya: “ Ya Allah, aku berlindung pada-Mu, dari tergelincir saat melintasi jembatan shirathal mustaqim, kelak di hari ketika banyak telapak kaki orang munafik yang tergelincir.”