Apa itu Cerpen? Simak di Sini!

Cerpen adalah karya sastra singkat yang dapat pembaca nikmati dalam waktu yang singkat. Menulis cerpen juga memerlukan keterampilan dan kemampuan yang baik agar pesan adab dalam suatu cerita dapat tersampaikan ke pembaca.

Tidak sama dengan novel, dalam cerpen, penulis cuma mempersembahkan komponen tertentu dari sebuah peristiwa. Jumlah kata optimal dalam cerpen adalah tidak lebih dari 30.000 kata. Ulasan ini akan memberikan pembahasan singkat mengenai komponen dari cerpen serta sistem menulis cerpen yang baik.

Pelajari lebih banyak mengenai cara menulis cerpen di tikawidya.com

Struktur Cerpen

Adapun struktur dari cerpen antara lain adalah:

Penulis tidak patut menyertakan abstrak dalam menulis cerpen. Komponen ini menggambarkan awal dari cerita yang akan penulis tuturkan. Berikutnya, komponen orientasi memperlihatkan waktu, suasana dan tempat yang terdapat dalam cerpen.

Komplikasi adalah komponen dimana pembaca mengenali tokoh dan menemukan urutan peristiwa. Walaupun, evaluasi adalah komponen dimana pembaca mulai mengenali keadaan sulit, mencapai klimaks hingga menemukan titik jelas.

Resolusi dan Potongan komponen yang memuat solusi dari perselisihan yang ada dalam sebuah cerita pendek disebut Koda atau penggalan terakhir dari cerpen yang mengandung pesan adab.

Cara Menulis Cerpen

Supaya cerpen yang kita tulis dapat menarik atensi baca, kita perlu memperhatikan sistem menulis cerpen yang baik. Adapun hal-hal tersebut antara lain:

Dalam menulis cerpen, kita sebaiknya memahami elemen intrinsik dan ekstrinsik yang terkandung di dalamnya. Faktor instrinsik antara lain tema, alur, setting, watak tokoh dan poin adab yang akan pengarang sampaikan. Walaupun elemen ekstrinsik berupa situasi ketika cerpen tersebut ditulis atau dapat juga dipengaruhi oleh latar belakang si penulis.

Mempertimbangkan tema yang pas sebab tema adalah ide pokok yang ingin penulis sampaikan ke pembaca via sebuah runtutan cerita. Penulis pemula dapat mencari tema yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Alur mendeksripsikan jalan cerita yang akan pengarang kembangkan dalam karya sastranya. Alur terbagi 3 adalah alur maju, alur mundur dan alur maju mundur. 

Latar dalam cerita patut penulis gambarkan secara jelas sehingga pembaca tidak menerka-nerka kapan dan dimana lokasi peristiwa yang terdapat dalam cerita tersebut.

Dalam hal ini, pengarang memastikan manakah tokoh utamanya (tokoh protagonis), tokoh lawannya (antagonis) dan tokoh penengahnya (tritagonis). Kecuali itu, patut juga memastikan bagaimana perwatakan masing-masing tokohnya.

Kecuali itu, penulis patut memastikan sudut pandang yang akan dipakai. Sudut pandang yang penulis gunakan dapat berupa sudut pandang orang pertama, kedua maupun ketiga.

Tentu saja, kerap kali membaca adalah hal penting bagi penulis cerpen. Melewati banyak pembaca, kita akan memperoleh ide, memperoleh hal baru dan menambah kosakata kita yang nantinya dapat kita tuangkan dalam sebuah karya sastra.

Pelajari lebih banyak mengenai cara menulis cerpen di tikawidya.com