Penyebab Umum Munculnya Milia dan Cara Mengatasinya

Milia bukanlah jerawat atau komedo, melainkan benjolan kecil yang muncul dan umumnya bergerombol pada area wajah atau tubuh. Benjolan kecil ini juga disebut dengan istilah milium. Umumnya penyebab milia adalah sel kulit mati yang tidak terkelupas dan terjebak di dalam kulit.

Penyebab Milia

Pada umumnya milia terjadi pada bayi yang baru lahir dan disebabkan oleh kelenjar keringat yang belum berkembang dengan sempurna. Namun, milia juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Penyebab umum munculnya milia pada orang dewasa dikarenakan keratin yang terjebak dibawah jaringan kulit. Jika milia muncul di tubuh, maka hal itu bisa disebabkan oleh rusaknya jaringan kulit akibat terpapar sinar matahari. Terdapat 5 jenis milia, berikut adalah penjelasan singkatnya.

  • Milia Primer

Milia primer bisa terjadi pada anak-anak atau orang dewasa. Milia jenis ini sering muncul di area dahi, kelopak mata, pipi, dan area alat kelamin. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh kerusakan kulit, namun dapat menghilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu atau bulan.

  • Milia sekunder

Milia jenis ini sering muncul di area dekat kulit yang terluka. Kulit yang terluka atau mengalami kerusakan dapat memicu munculnya milia. Selain itu penggunaan krim yang mengandung kortikosteroid juga dapat menimbulkan munculnya milia.

  • Neonatal

Milia jenis ini sering terjadi pada bayi setelah lahir dan hal ini dianggap wajar. Munculnya milia pada bayi baru lahir disebabkan oleh kelenjar keringan bayi yang belum berkembang dengan sempurna.

  • En plaque Milia

Milia jenis ini jarang terjadi. Milia en plaque biasanya menggumpal dengan sel kulit mati. Milia ini biasanya muncul pada area pipi, kelopak mata, telinga, atau rahang. Milia jenis ini umumnya menyerang wanita paruh baya daripada pria.

  • Multiple eruptive milia

Milia jenis ini termasuk jarang terjadi. Milia multiple eruptive ini biasanya muncul di area lengan atas, wajah, dan tubuh bagian atas lainnya. Milia jenis ini muncul secara bergerombol dan akan hilang dengan sendirinya

Cara Atasi Milia

Milia bukanlah penyakit yang membahayakan bahkan akan hilang dengan sendirinya. Namun beberapa langkah berikut dapat anda lakukan untuk mengatasi milia yang muncul agar tidak mengganggu penampilan.

  • Penggunaan krim

Penggunaan krim yang berat dapat menimbulkan munculnya milia apalagi krim tersebut mengandung kortikosteroid. Sebaiknya gunakan krim bertekstur ringan agar sel kulit mati tidak terperangkap dan dapat menimbulkan milia. Kurangi krim yang akan diaplikasikan pada area mata, sebab kulit pada area mata lebih tipis, sebaiknya gunakan eye cream bertekstur ringan.

  • Eksfoliasi dan Chemical Peeling

Milia umumnya muncul akibat dari sel kulit mati yang terperangkap di dalam jaringan kulit. Oleh sebab itu, eksfoliasi bisa dilakukan agar sel kulit mati dapat terkelupas dan tidak tertinggal. Anda juga dapat melakukan chemical peeling dengan menggunakan produk yang mengandung AHA dan BHA untuk eksfoliasi yang ringan.

  • Retinol

Penggunaan produk dengan kandungan retinol dapat membantu kulit beregenerasi. Dengan menggunakan produk tersebut, sel kulit mati jadi lebih sedikit dan meminimalisir munculnya milia.

  • Bahan alami

Anda dapat menggunakan bahan alami untuk mengatasi milia. Misalnya madu murni yang memiliki sifat antioksidan dan humektan untuk menjaga kelembapan kulit, dan menyingkirkan sel kulit mati.

Anda juga dapat menggunakan gula pasir dengan campuran madu untuk melakukan eksfoliasi.

  • Konsultasi kepada dokter

Jika anda merasa terganggu dengan adanya milia, anda dapat berkonsultasi kepada ahlinya atau dokter untuk menghilangkan milia tanda meninggalkan infeksi atau luka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *